. Keriting News - Voice Of Tgidoo
TIGIDOO VOICE website | Members area : Register | Sign in

Lagi, Mengalasankan Mabuk " Satu Orang Papua Tewas Usai Bentrok dengan Warga Manado"

Minggu, 19 Oktober 2014


 
Korban, Petius Tabuni dalam kondisi tak bernyawa karena dibacok. Sumber foto: facebook


Jelang penantian pergantian presiden, orang Papua di Manado Meninggal. Polisi Indonesia bilang akibat miras sebagai pemicu antara kalangan Papua dengan warga disana. Motif mabuk memang tak pernah lepas dari berbagai kasus yang dialami orang Papua selama ini. Padahal, motif sesungguhnya ditutup dengan alasan miras. Tentara Indonesia yang tewas di Papua pembalasannya di luar Papua, itu cara bodok yang sudah diketahui khalayak Papua tapi masih menjadi amunisi dalam operasi teritorial militer Indonesia. Kalau tidak bunuh lalu buang di rel pernah dialami mahasiswa Papua di Jogja. Penyerangan warga dengan mahasiswa di Bandung. Semuanya berakhir dengan alibi bikin resah, mabuk dan seterusnya. Stigma negatif saja yang ditonjolkan. Kejadian itu tak luput dari perhatian media. Tribun Manado melansir dari tondano bahwa Kapolres Minahasa AKBP Ronald Rumondor saat dimintai keterangan menjelaskan kronologi bentrokan di Tataaran Minahasa. Menurut polisi Indonesia, berawal saat pesta syukuran wisuda mahasiswa Papua Unima yang dihadiri kerukunan mahasiswa papua di asrama Papua di Tataaran Patar. Trus, dini hari acara selesai, sejumlah mahasiswa turun ke jalan. Pas di bundaran Tataaran, mereka bertemu dengan warga Tataaran. Pemicu cek cok karena warga menegur mahasiswa Papua yang ribut. Terlebih kedua belah pihak telah meneguk minuman keras. Polisi tersebut bicara bahwa perkelahian pun tak terkendali, dua kubu saling memanggil warga lainnya. Mahasiswa Papua yang tadinya di asrama turun ke jalan, begitu pun warga lainnya. Pimpinan polisi Indonesia mengatakan Mahasiswa yang membabi buta merusak rumah dan mobil warga, memancing amarah warga. Lalu kemudian terjadi saling pukul menggunakan sajam. Korban berjatuhan dari kedua belah pihak, seorang mahasiswa Papua meninggal. Supaya tertib kembali, dia bilang mereka akan terus lakukan pengamanan dan secepatnya masalah ini dituntaskan," ujar AKBP Ronald. Dengan memanfaatkan orang-orang Indonesia yang tukang maen hakim sendiri, cara ampuh bagi balas dendam yang dilancarkan oknum tertentu demi memenuhi amarahnya. Kasus penyerangan di lapas Cebongan, satu saja fakta balas dendam yang dilakukan secara terbuka demi menjaga eksistensi semata. Cuman, penyerang di jogja terang terangan bicara maksud mereka. Bagaimana dengan upaya balas dendam memanfaatkan mobilisasi masyarakat dengan dalil mabuk atau meresahkan? Kasus di Manado ini contoh yang patut diduga bahwa aktor tertentu sedang mengadakan mobilisasi dengan persiapan matang. Manado bukan daerah seperti Aceh yang trada (jarang) ada toko miras, Manado sudah biasa orang mabuk. Tapi kenapa saat ini baru muncul konflik? Orang Papua di Manado saat ini marah lapis curiga dengan keadaan macam begini. Sampai mereka sudah mau pulang smua ke negeri merek Tanah Papua dengan alasan keadaan tak aman. Masih ingat kah anda, sewaktu Prabowo berencana kampanye pilpres ke Papua, tiba-tiba ada mobilisasi pernyataan kepaka suku yang mengatakan mereka akan mati demi menolak kedatangan Prabowo. Sekarang, dalam hitungan jam pelantikan Jokowi, Papua dibuat panas lagi. Strategi merkury rishing? Bisa saja karena banyak militer Indonesia jebolan Amerika.

Source : Kompasiaana/Arkilaus Baho

Hak Hidup Orang Papua Di Hilangkan Oleh Penjajah

Minggu, 06 Juli 2014

Steven Peyon
Setelah Indonesia, Amerika, Belanda menggadaikan alam Papua, Indonesia bersama kekuatan militer juga masih saja menghilangkan panggilan hidup yang telah dianugrahkan kepada anak-anak Papua. Kekejaman  dan kekerasan militer telah menghilangkan panggilan hidup anak bangsa Papua. Fakta yang selama ini terjadi di Papua, banyak orang tua yang dikejar-kejarolehmiliter, banyak orang tua yang di penjarahkan oleh militer, dan banyak orang Papua yang dibunuh oleh militer Indonesia.

 Hal ini telah berdampak terhadap anak-anak yang sedang berada di bangku pendidikan.Banyak anak-anak tidak lanjut sekolah, banyak mama-mama yang tidak berjualan, dan banyak orang Papua lainnya takut bereskpresikan hidupnya.

 Mari kita bertanya kepada anak-anak yang tidaks ekolah; kenapa kamu tidak lanjut sekolah? Karena tidak ada biaya. Kenapa tidak ada uang untuk membiayai sekolah? Karena orang tuanya sudah dipenjarahkan atau sudah dibunuh oleh militer Indonesia. Manamungkin seorang anak kecil mendapatkan uang tanpa berperan penting oleh kedua orang tua. Itulah jawaban dari anak-anak Papua yang tidak sekolah

 Marilah kita Tanya kepada mama Papua yang tidak berjualan; kenapa tidakberjualan lagi? Karena di dekat Pasar ada banyak militer yang sedang jalan kesana-kesini dan mereka mencurigai kami isteri-isteri dari OPM. Militer selalu bertanya-tanya kepada kami, apakah kamu isteri dari OPM, apakah kami sudara dari OPM dan lain sebagainya. Hal-hal inilah yang membuat kami tidak mau berjualan lagi. Demikian jawaban dari mama-mama Papua yang tidak berjualan.

 Mari kita Tanya kepada kaum muda Papua yang tidak bereskpresikan hidupnya. Kenapa kamu tidak bekerja padahal kamu sudah selesai pendidikan? Saya tidak mau bekerja di lembaga atau di pemerintahan mana pun karena apabila saya bekerja dan saya melakukan hal-hal yang menguntungkan bagi saya, keluarga saya, dan masyarakat Papua pasti militer Indonesia mencurigai saya OPM dan militer akan kejar-kejar saya. Demikian jawaban dari kaum muda Papua yang masih ngangur.

Apabila anak-anak Papua tidak sekolah karena kedua orang tua dipenjarahkan dan dibunuh oleh militer maka anak-anak tersebut telah kehilangan panggilan hidup yang telah ditentukan oleh ALLAH. Siapa yang menghilangkan panggilan hidup anak bangsa Papua? Jawabannya spontan saja “Negara Indonesia bersama kekuatan militer Indonesia”. lalu, siapa yang berdosa apabila tidak menjalankan hidup sesuai panggilan ALLAH? Bukan orang tua, bukan anak-anak Papua tetapi Indonesia dan militer. Maksih sudah panen dosa.

Apabila mama Papua tidak berjualan karena kekerasan militer berarti mama-mama Papua telah kehilangan panggilan hidup yang sesungguhnya dari ALLAH. Siapa yang menghilangkan panggilan hidup mama-mama Papua yang sesungguhnya?Negara Indonesia dan militer Indonesia. Lalu siapa yang berdosa, mama-mama Papua atau Negara/militer? Jawabannya Indonesia selamat panen dosa

 Itulah situasi yang terjadi di Papua. Amerika, Belanda, dan Indonesia menggadaikan tanah Papua dan kekayaan alam Papua sementarai tu, Indonesia bersama kekuatan militer juga sedang menghilangkan panggilan hidup yang sesungguh bagi manusia Papua

“Negara Indonesia selamat memetik dosa-dosa politik di bumi Papua dan awas jangan sampai meleda kpada saatnya”

By Steven Peyon

SERUAN; UNTUK ORANG PAPUA YANG SIBUK KAMPAYE KLONIAL INDONESIA

Sabtu, 05 Juli 2014


 Perhatian untuk orang-orang Papua yang terlena dan sibuk kampanye Capres Jokowi dan Prabowo!

Engkau mau sibuk sampai banting tulang juga, Indonesia tidak butuh 2 juta suara orang Papua dibanding 187 juta suara di daerah lain Indonesia. Indonesia hanya butuh kepatuhan anda dalam Pilpres agar mereka dapat menunjukan kepada dunia bahwa orang Papua setia pada Penjajah yang sedang menjajah West Papua.

Uang dan jabatan dalam kolonial Indonesia tidak akan menyelamatkan anda, keluarga, suku dan bangsamu dari laju pemusnahan yang sedang terjadi. Sangat memalukan dan memilukan bila anda sibuk suksesi Pilpres, sementara hari-hari di depan mata: orang Papua terus dibunuh seperti binatang, tanah dan sumber daya alam anda terus dikuasai dan dirampok.

Saudaraku! Pilihan ada pada anda; Apakah tunduk dan mati dalam kolonialisme Indonesia? atau berdiri dan melangkah maju untuk menentukan nasib anda sendiri! Keselamatan bangsa papua ditentukan oleh sikap dan tindakan anda hari ini!

Salam erat-erat!

Victor Yeimo
Penjara Abepura

Ladies Gombo woman heroine fighter for the West Papuan people has died

Kamis, 03 Juli 2014

Today we mourn the passing of a true West Papuan heroine and freedom fighter

Ledis Gombo from the AMP (Papuan Student’s Alliance) tragically died today in her home region of Wamena, West Papua.
Ledis was a true heroine of the West Papuan nation, who regularly risked her life to bring freedom for her people.

She joined the AMP at young age and was one of the hundreds of AMP students studying in Java, Indonesia because Indonesia systematically deprives West Papua of adequate education facilities.
Regularly giving the most inspirational speeches at protests, Ledis was known throughout West Papua as an incredibly brave and committed peaceful activist, putting the lives of her people before herself.

http://ampbandungjabar.blogspot.co.uk/2014/07/selamat-jalan-pejuang-west-papua.html

Almost exactly one year ago today, on 1st July 2013 Ledis was leading a peaceful protest by the AMP in Bandung Indonesia and spoke of how in West Papua, peaceful protesters are killed just for expressing their rights to freedom.

The Free West Papua Campaign is very sad to learn of the passing of our dear sister and as a people, all Papuans mourn together when another freedom fighter dies.
But in her vision, we will struggle on until we are free.

Today we join in the word’s of one of her family members and activists,: “Today, you go forever, but your fighting spirit and ideology have always been with us to continue to fight to reclaim the nation of West Papua”

Rest in peace and farewell sister Ledis Gombo
You are always with us.

Awas...! Manusia Bertopeng dikalangan Mahasiswa Papua



Surabaya.Segelintir Oknum Mahasiswa Papua Surabaya Yang tergabung dalam Masyarakat Mahasiswa Papua,Papua Barat,Maluku dan NTT Mendeklarasikan Dukungannya Kepada Capres Tertentu.Rabu 02/072014,Sekitar Pukul 18.00 sampai Selesai Bertempat di Hotel Empire Place Surabaya,Jl.Brauran Surabaya.Menurut pantauan Media ini Persiapan Maupun sampai Pergelaran Deklarasi Dukungan Kepada Capras Tersebut Dilakukan Secara Terselubung yang dilakukan oleh Oknum-Oknum Bertopeng Baik itu dari Masyarakat Papua surabaya Maupun IPMAPA Surabaya Karena Tahapan persiapan Sampai Hari-H Pendeklarasian tersebut Tanpa Sepengetahuan 60% dari Ikatan-Ikatan / Organisasi-organisasi Papua yang ada di Surabaya.Ketika ditemui Ketua Ikatan Nabire,Paniai,Dogiyai dan Deiyai (IPMANAPADODE) Kota Surabaya-Sidoarjo, Framax.” Kegiatan Pendeklarasian ini Dilakukan Oleh Oknum-oknum Tertentu Secara sepihak karena saya bersama Anggota Organisasi saya Baru Mengetahui Kegiatan itu Ketika Pendeklarasian sedang Berlansung.Itupun karena teman saya menelphon saya Menanyakan apakah Anggotamu ada ikut atau tidak..Seharusnya IPMAPA Surabaya Harus menjalankannya sesuai Prosedur yang ada,dengan tahan Pembahasan terlebidahulu Melalui RUA IPMAPA dan Berdasarkan Rekomendasi Resmi dari Seluruh Organisasi-Organisasi Kemahasiswaan Papua Yang Ada di surabya,Ungkapnya”.
waktu yang bersamaan juga Diungkapkan oleh salasatu Mahasiwa Asal Meepago Piche Takimai Dengan rasa Kesal, Bahwa”Golput,boikot ataupun Mendukung,memillih Capres adalah Hak Hati Nurani Masing-masing Namun Disini yang saya kesalkan adalah Mengatasnamakan Mahasiswa Papua Surabaya,Loh...inikan tong Sebagian Orang tratau Barang itu berlansung dan tanpa sepengetahuan kami lagipula trada surat rekomendasi dari semua Ketua-Ketua ikatan wilayah/Kabupaten,dan saya pikir Kami Dipermainkan Oknum-oknum Bertopeng Dari IPMAPA dan Masyarakat Papua di Surabaya.namun Permasalahan ini kami akan Telusuri dan diskusikan bersama,Ungkapanya.” (pit/VOT)

IPMANAPADODE Surabaya, Telah Membentuk Badan Formatur Re-Organisasi FORKOPMADE Se-Jawa dan Bali

Sabtu, 29 Maret 2014




Rapat Ipmanapadode-sby (Foto-Ist)
Surabaya, KOPMADE (Komunitas Pelajar dan mahasiswa Deiyai) Surabaya Yang tergabung dalam Ikatan Induk, Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Nabire, Paniai, Dogiyai dan deiyai (IPMANAPADODE) Surabaya. telah mengadakan pertemuan untuk membentuk badan Formatur Re-Organisas FORKOPMADE (Forum Komunikasi Pelajar dan Mahasiswa Deiyai) se-Jawa dan Bali, Sabtu,(19/03/2014), pukul 17.00-19.00 WIB, di Wisma Panas (W.P) Surabaya. Pertemuan ini, dihadiri oleh Pelajar dan mahasiswa/i IPMANAPADODE Surabaya  yang berdomisili di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa-Timur.

Masa kepengurusan (FORKOPMADE) Forum Komunikasi Pelajar dan Mahasiswa Deiyai Se-Jawa dan Bali telah Dipending Masa kerjanya sejak Kurang Lebih 1/5 Tahun Yang lalu Terhitung  1 Januari 2013 pada saat natal IPMANAPADODE se-jawa dan Bali di Malang Jawa-Timur,Hingga Kini.
Sesuai Kesepakatan Pada rapat IPMADE Se-Jawa dan Bali di Asrama Deiyai di Yogyakarta dua Bulan yang lalu Bahwa Organisasi FORKOPMADE Se-Jawa dan Bali Harus Dilanjutkan dengan Berbagai pertimbangan-pertimbangan yang dibahas. maka harus dibentuk badan formatur untuk pemilihan kepengurusan baru,Berdasarkan Hasil Vooting Peserta Rapat Sejak itu Maka Badan Formatur Diberi Pertanggung jawab Kepada Kota study Surabaya. Ungkap Pimpinan Rapat Selaku Ketua BPH IPMANAPADODE Surabaya”Frans Madai”

LOGO FORKOPMADE Se-Jawa dan Bali
Rapat IPMANAPADODE Surabaya yang dipimpin lansung oleh Fransiskus Madai (ketua Badan Pengurus Harian) dan Decko Pekei Sebagai sekertaris Badan Pengurus Harian. Ketua BPH IPMANAPADODE surabaya, memberikan kesempatan dalam waktu 20 menit Kepada Ketua KOPMADE Surabaya Theodorus Pekei untuk membicarakan dan memilih utusan untuk menjadi badan formatur.
Setelah itu, Ketua KOPMADE Surabaya Theodorus Pekei berikan kesempatan untuk duduk berdiskusi untuk menentukan ketua, wakil, sekertaris serta bendahara.
Dari hasil diskusi mereka, Petrus Max Mario Takimai dipilih sebagai ketua, Yustinus G.Ukago  sebagai wakil, Alexander Kamo sebagai sekertaris dan Alfrida Nawipa sebagai bendahara.

“Kami sendiri tidak mampu untuk melaksanakan kegiatan Re-organisasi ini maka, kami membutuhkan kerjasama dari semua anggota IPMANAPADODE Surabaya dan IPMADE Setiap Kota Study Se-Jawa dan Bali Maupun IPMANAPADODE Se-jawa bali untuk menyukseskan kegiatan ini” kata Ketua BF Terpilih Petrtus Takimai atau sering disapa Piche dalam sambutannya. Senada juga di ucapkan oleh Alexander Kamo dan Fransiskus Madai.
Untuk menyukseskan kegiatan Re-organisasi Forum Pelajar dan Mahasiswa FORKKOPMADE Se-Jawa dan Bali ini, kami  membutuhkan kerja sama dan pastsipasi semua anggota, karena FORKOPMADE ini, milik kami bersama MAHASISWA Asal MEEPAGO dan disinilah tempat untuk kita belajar dan Bercermin Kondisi Daerah Kita dan kelak pulang kita juga bisa menjadi orang yang bertanggungjawab. Kata Piche.
Sejalan dengan Itu Ketua BF terpilih Menyampaikan Bahwa Selanjutnya Info-Info Maupun Rancangan Kerja Badan Formatur akan Kami Sampaikan Kepada Semua Teman-Teman Sejawa Bali Maupun Senioritas Melalui media Sosial Maupun Via Nomor Kontak dari Masing Masing Koordinator Ikatan.(Admin)

Bripka Suhendra, Tembak Pipi Sendiri Alias Bunuh Diri (Anggota Brimob Polda Papua)

Sabtu, 30 November 2013


VOT- Kabar seorang anggota Brimob Polda Papua Bripka Suhendra yang tertembak oleh gerakan sipil bersenjata langsung dibantah oleh Wakapolda Papua Brigjend Pol Paulus Waterpaw. Korban yang mengalami luka tembak di pipi kanannya itu adalah akibat ulahnya sendiri yang ketika sedang membersihkan senjata miliknya tiba-tiba meletus.Wakapolda Papua Mengatakan Insiden tersebut Adalah Kecelakaan kerja Bukan tertebak oleh Sipil Bersenjata.
..............................
 Awalnya Diberitakan Oleh Beberapa Media Kolonial Indonesia Sebagai Berikut:

Seorang anggota polisi kembali menjadi korban penembakan di Papua, Sabtu (30/11). Polisi itu diketahui bernama Bripka Suhendra.

Seperti dilansir dari merdeka.com , korban sehari-hari bertugas sebagai anggota Brimob Polda Papua. Bripka Suhendra ditembak oleh orang tak dikenal di Kawasan Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua.

Korban saat ini langsung dilarikan ke rumah sakit. Kondisi korban masih belum diketahui.

Kasus ini menambah panjang daftar penembakan terhadap polisi. Di Papua, polisi kerap kali menjadi korban penembakan oleh orang tak dikenal.


Video News TVONE : KLIK HERE